Don’t be rush.

Kata-kata ini sungguh-sungguh menjadi peringatan yang powerful bagi setiap orang yang sedang hidup dalam penantian. Penantian akan kehidupan yang lebih baik. Penantian akan pemulihan. Penantian akan janji-janji Allah dalam hidup kita.

“Tapi sabar kan ada batasnya. Mau berapa lama lagi saya harus bersabar? Kurang panjangkah waktu yang saya habiskan untuk penantian saya?”

Well, mungkin kalimat inilah yang sering diucapkan oleh kita saat dalam fase penantian. Kita berdoa supaya kita diberi kesabaran dalam menanti. Namun pada faktanya seringkali kita protes saat kita merasa “delivery” dari Tuhan kog ga nyampai-nyampai. Alih-alih bersabar, kita seringkali menjadi Tuhan atas hidup kita. Ya, kita mengambil alih kemudi dengan paksa. Kita langsung in action. Memaksa supaya Tuhan setuju dengan kehendak dan mau kita. Memaksa supaya Tuhan lekas mengabulkan keinginan kita….sehingga kita bebas melenggang sambil membawa bendera bertuliskan “yeayyy..it’s over!”

Coba pikirkan. Saat kita mencoba untuk bersabar, tidakkah kita memiliki waktu ekstra untuk berpikir dengan lebih logis. “Apakah benar-benar hal inilah yang aku butuhkan? atau semua ini hanya keinginan semata?”
Saya suka dengan quote sbb:
“Jika ini adalah dari Tuhan..maka semuanya akan mengalir. Jika ini adalah keinginan daging, maka ini harus dipaksakan.”

Sudah paham? Tuhan mengetahui benar apa yang kita butuhkan dan kita perlukan. Dia pun tahu benar apa yang menjadi keinginan kita. Namun jika apa yang menjadi keinginan kita berpotensi menghancurkan kita, dan malah memaksa kita untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapanNya…..sudah pasti KELAR hidup kita. Alih-alih bahagia, kita akan merasa tersiksa dan kosong.

Saya pernah mendengar bahwa seringkali saat Tuhan menunda pemenuhan permintaan kita, maka bersiaplah untuk menerima berkat besar setelahnya.
Tuhan kita adalah Tuhan yang murah hati. Dia tidak akan memberikaan sesuatu yang sisa atau discount pada anakNya. Tuhan pun tidak pernah menahan kebaikan pada orang yang berkenan padaNya. Jadi, jika di saat ini kita harus kembali menunggu…. PERCAYA SAJA, SEMUA AKAN DIBUAT BAIK PADA WAKTUNYA.

Waktu Tuhan selalu lebih baik dari waktu kita. Ia sudah mengetahui detail jalan hidup kita, bahkan sebelum kita dilahirkan. Ia mengukir bahkan menato nama kita pada telapak tanganNya.  Jadi, bagaimana mungkin Dia melupakan kita? Mengingat tato dan ukiran bukan sesuatu yang mudah untuk dihapuskan begitu saja. Tuhan tidak pernah tertidur. Dia mendengar dan selalu mendengar doa kita. Tetaplah berdoa. Tetaplah berharap. Tetaplah bersabar. Dalam kesabaran ada ketenangan dan kekuatan. Dalam tinggal tenang dan percaya, di situ ada kekuatan.

Akhirnya saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah ayat yang bagus.
“Apa yang tak pernah dilihat oleh mata, dan apa yang tidak pernah didengar oleh telinga. Semuanya itu, disediakan Tuhan bagi orang yang mengasihi Dia.”
Bersabarlah. Jangan terburu-buru…dan bersiaplah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan dan kita doakan. Glory to God!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usia 30 : Awal Indah Sebuah Kehidupan

Karena Hidup Bukanlah Sebuah Kompetisi

Di Balik Arti Tanda Tanya